Skip to main content

The legendary hacker in Indonesia

Hacker yang melegenda di Indonesia


Berbicara tentang Cyber Crime atau kejahatan digital tak akan lepas dari Hacker. karena mereka adalah penjahat digital dengan keahlian khusus untuk merusak, mengubah bahkan mencuri data pribadi maupun perusahaan bahkan pemerintahan. 
Namun jangan salah karena keberadaan mereka sangat dibutuhkan sebuah negara, apalagi mereka yang memiliki tujuan murni untuk menguji keamanan sebuah sistem tanpa merusak dan mencuri melainkan untuk membantu Negara untuk keamanan Cyber. tentu hal ini sangat dibutuhkan semua lembaga maupun Instansi untuk meningkatkan keamanan sistem maupun program yang dimiliki.  
Sepak terjang para Hacker tak terbatas ruang dan waktu, mereka bisa melintas ke sistem  yang ada di seluruh Dunia, berbeda Negara dan Benua tak jadi halangan buat mereka. 
Nah, Di indonesia sendiri ada beberapa Hacker yang nama mereka melegenda sampai sekarang. Berikut 5 Hacker yang melegenda di Indonesia: 

1. Yogi Nugraha Alias Bio666x

Yogi Nugraha atau lebih dikenal sebagai Bio666x pernah menghebohkan negara tetangga Malaysia. Pasalnya, di usia 19 tahun Yogi sukses mematikan jaringan internet di negara tersebut. Bahkan ia pun pernah meretas jaringan militer Singapura dan sukses mengantongi berbagai informasi penting.

Uniknya, Yogi ternyata tak pernah mengenyam pendidikan formal terkait sistem jaringan komputer lo.

Semua pengetahuannya didapat secara otodidak melalui Google dan sumber lainnya.

2. Hmei7

Disebut sebagau Master of Mass Defacer, Hmei7 pernah mengacak-acak website WordPress beberapa tahun silam.

Tak hanya itu, ia juga berhasil melakukan defacing pada kurang lebih 5 ribu website di tahun 2001.

Semua itu ia lakukan hanya dalam waktu dua hari, Sahabat 99!

Hingga kini belum ada yang berhasil mengungkap sosok dibalik nama alias Hmei7.

Namun, ia kerap aktif di forum hacker Indonesia dengan berbagai nama yang berbeda.

3. XsvsHacker

Sosok dengan nama alias XsvsHacker berhasil memporakporandakan website kepolisian Amerika. Pasalnya, ia sukses membobol masuk ke pangkalan data NYPD di tahun 2011.

Dalam aksinya itu ia kemudian mencuri data penting, melakukan defacing ke lebih dari 430 ribu situs dunia, hingga masuk ke situs kepresidenan Israel.

Hingga kini FBI masih mencari sosok di balik identitas XsvsHacker.

Namun menurut beberapa informasi yang beredar di forum bawah tanah, nama asli sosok ini adalah Sandy Afrian.

4. Jim Geovedi

Masuk dalam daftar hacker paling berbahaya di dunia, nama Jim Geovedi bisa dibilang merupakan legenda di dunia peretasan. Hal ini karena Jim sukses mengubah arah orbit dua satelit milik Indonesia dan satu milik China beberapa tahun silam. Berdasarkan keterangan Jim, ia melakukannya hanya untuk mengecek kondisi sistem keamanan satelit. Namun tetap saja, ini menjadi prestasi yang membuat namanya harum di kalangan peretas.

Terlebih ilmu yang dimilikinya merupakan hasil belajar otodidak.

Kini Jim memilih untuk tinggal di London dan mendirikan perusahaan jasa sistem keamanan teknologi miliknya sendiri.

5. Hacker Indonesia ADC

Nah, ini dia identitas yang tengah viral di dunia maya belakangan ini. Sosok dengan inisial ADC asal Sleman, Yogyakarta, baru-baru ini ditangkap oleh Bareskim. Ia diduga telah membobol lebih dari 1.309 situs, termasuk diantaranya situs Mahkamah Agung dan Pemprov Jawa Tengah.

Tak hanya itu, menurut sumber kepolisian kemungkinan besar ADC terlibat dalam kelompok hacker tertentu.

Hal ini karena ada laporan dari berbagai negara seperti Australia, Inggris, Amerika, dan lainnya bahwa ADC meretas situs mereka.

 

Sumber: https://www.99.co/blog/indonesia/nama-hacker-indonesia-melegenda/


Comments

Popular posts from this blog

Hannover Messe 2021

Hannover Messe 2021   The World's largest Industrial Technology Exhibition "Hannover Messe 2021" will be completed tomorrow, April 16, 2021. There is still time for you to visit the exhibition, there will be a lot of information that you get related to the development of industrial technology in the world. Various sectors of industrial from various countries are in the exhibition. Indeed this exhibition is different from Hannover Messe in previous years, because this year Hannover Messe held full Digital. this is certainly a strategy to anticipate the spread of the Covid-19. But you don't have to worry, because even if it's refreshed digitally you can still get all the information you need. because there are features available to share contacts, livestreaming and even meetings within the Platform. This year Indonesia was selected as a Country Partner and represented by at least 156 Companies from Indonesia. one of them is PT Sydeco who concentrate fully on Cyber S

KASEYA CRASH

  I can't help but draw a parallel between KASEYA and SOLARWINDS. Both companies offer I would say "hyper-integrated" solutions, the "all in one", management and security, easy to use and both put forward the IT security not only of their solution but especially of the whole IT system of the users.   And both seem to either be adept at "do as I say, not as I do" unless they are deceiving users about the quality and effectiveness of their solutions. On closer inspection, both offer full visibility that should allow for immediate reaction and data protection. It is clear that both companies were unable to detect the early stages of the attacks, despite the vaunted performance of their security solutions. The fault of these two companies is that they wanted to "hyper-integrate" everything, the IT protection solution with the IT management solution. Data management and IT security cannot be integrated in one product. Of course, when

Cyber Crime

  Cyber Crime Cyber Crime atau kejahatan digital pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita. Dari kejahatan yang sifatnya kecil dan sederhana sampai yang sangat besar dan kompleks. Motif mereka juga berbagai macam, mulai dari mengkopi data, merusak data maupun situs bahkan meretas atau mencuri data atau sebuah situs. Tentu tindakan mereka sangat merugikan kita, baik kerugian secara moril sampai kerugian materiil yang sangat besar. Sasaran mereka juga beraneka ragam, mulai dari Individu, Lembaga, perusahaan, Instansi swasta, bahkan Instansi Pemerintahan sekalipun tak luput dari serangan mereka. Mereka juga menyerang semua sektor kehidupan, seperti Perbankan, Pendidikan, Kesehatan, Perindustrian, Perdagangan, Pertanian, Penelitian, Pertanian dan lain sebagainya. Metode yang mereka gunakan untuk menyerang juga beraneka ragam dan terus berkembang seiring dengan perkembangan Teknologi dan perkembangan Ilmu Pengetahuan. Mulai dari penyerangan dengan menyebarkan Virus, Malware, Ransomwa