Skip to main content

One of the dangerous hackers for the world comes from Indonesia

 Salah Satu Hacker Yang Berbahaya Bagi Dunia Berasal Dari Indonesia




Seperti yang telah ditayangkan oleh kanal Youtube Calon Sarjana, Rabu (17/05/2019), berikut top 5 hacker paling berbahaya di dunia:


1.   Jonathan James

Pada usia 15 tahun, James melakukan peretasan untuk modernisasi sekolahnya di Florida. Kemudian, ia sempat menjebol situs Departemen Pertahanan milik AS dan juga membobol perangkat lunak (software) yang dimiliki NASA senilai US$25 miliar. Software tersebut ia gunakan untuk mengontrol satelit di seluruh dunia.

Setelah aksinya tersebut, dia harus rela ditangkap oleh pihak kepolisian setempat dan mendapat hukuman penjara rumah 6 bulan. Usai bebas, ia juga dilarang untuk berinteraksi dengan komputer hingga usianya menginjak 18 tahun. Sayangnya, pada 18 Mei 2008 ia bunuh diri karena merasa selalu diikuti dan diawasi oleh pemerintah AS.

2. Edward Majerczyk

Dunia sempat dihebohkan oleh bocornya foto telanjang artis internasional di Internet. Hal tersebut ternyata adalah ulah Edward. Salah satu foto yang viral saat itu adalah foto milik Jennifer Lawrence. Saat ditanya oleh pihak kepolisian, dia beralasan foto-foto tersebut ia gunakan untuk koleksi pribadi. Tetapi, karena keisengannya tersebut, dia harus rela mendekam di penjara 9 bulan.

3. Gary Mckinnon

Hacker asal Inggris merupakan peretas paling berbahaya. Pasalnya, ia mampu meretas 97 sistem militer dan pertahanan Amerika Serikat dalam waktu yang singkat, yakni 13 bulan. Tak hanya itu, ia juga meretas komputer milik Pentagon dan NASA serta mematikan dua ribu komputer di suatu perusahaan terkenal.

4. Anonymous

Anonymous merupakan kelompok hacker yang dibentuk pada 2003 dan mempunyai ciri khas menggunakan topeng. Anonymous menentang sensor yang dilakukan oleh pemerintah. Selain itu, ia juga menolak perbatasan internet yang diatur pemerintah.  Hebatnya, Majalah Times memasukkan hacker ini sebagai orang paling berpengaruh di dunia karena tindakannya memerangi tindakan kelompok teroris ISIS.

5. Jim Geovedi

Hacker asal Indonesia ini terkenal setelah meretas dan mengubah arah dua buah satelit milik Indonesia dan satu buah satelit milik China. Dia melakukan tersebut karena ingin melihat kekurangan satelit. Bahkan, kepada dunia ia mengaku bisa mengendalikan jaringan internet di Indonesia dan memodifikasi semua transaksi keuangan. Tetapi, dia enggan untuk melakukannya


Berita selengkapnya dapat anda lihat di Lnk berikut ini: 

https://m.solopos.com/5-hacker-paling-berbahaya-di-dunia-salah-satunya-dari-indonesia-1027612


Comments

Popular posts from this blog

Hannover Messe 2021

Hannover Messe 2021   The World's largest Industrial Technology Exhibition "Hannover Messe 2021" will be completed tomorrow, April 16, 2021. There is still time for you to visit the exhibition, there will be a lot of information that you get related to the development of industrial technology in the world. Various sectors of industrial from various countries are in the exhibition. Indeed this exhibition is different from Hannover Messe in previous years, because this year Hannover Messe held full Digital. this is certainly a strategy to anticipate the spread of the Covid-19. But you don't have to worry, because even if it's refreshed digitally you can still get all the information you need. because there are features available to share contacts, livestreaming and even meetings within the Platform. This year Indonesia was selected as a Country Partner and represented by at least 156 Companies from Indonesia. one of them is PT Sydeco who concentrate fully on Cyber S

KASEYA CRASH

  I can't help but draw a parallel between KASEYA and SOLARWINDS. Both companies offer I would say "hyper-integrated" solutions, the "all in one", management and security, easy to use and both put forward the IT security not only of their solution but especially of the whole IT system of the users.   And both seem to either be adept at "do as I say, not as I do" unless they are deceiving users about the quality and effectiveness of their solutions. On closer inspection, both offer full visibility that should allow for immediate reaction and data protection. It is clear that both companies were unable to detect the early stages of the attacks, despite the vaunted performance of their security solutions. The fault of these two companies is that they wanted to "hyper-integrate" everything, the IT protection solution with the IT management solution. Data management and IT security cannot be integrated in one product. Of course, when

Cyber Crime

  Cyber Crime Cyber Crime atau kejahatan digital pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita. Dari kejahatan yang sifatnya kecil dan sederhana sampai yang sangat besar dan kompleks. Motif mereka juga berbagai macam, mulai dari mengkopi data, merusak data maupun situs bahkan meretas atau mencuri data atau sebuah situs. Tentu tindakan mereka sangat merugikan kita, baik kerugian secara moril sampai kerugian materiil yang sangat besar. Sasaran mereka juga beraneka ragam, mulai dari Individu, Lembaga, perusahaan, Instansi swasta, bahkan Instansi Pemerintahan sekalipun tak luput dari serangan mereka. Mereka juga menyerang semua sektor kehidupan, seperti Perbankan, Pendidikan, Kesehatan, Perindustrian, Perdagangan, Pertanian, Penelitian, Pertanian dan lain sebagainya. Metode yang mereka gunakan untuk menyerang juga beraneka ragam dan terus berkembang seiring dengan perkembangan Teknologi dan perkembangan Ilmu Pengetahuan. Mulai dari penyerangan dengan menyebarkan Virus, Malware, Ransomwa